Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan Yang Sama

Di setiap kekurangan pasti ada kelebihan, begitu pula dengan para penyandang disabilitas. Di balik keterbatasannya pasti memiliki potensi atau kelebihan yang tidak kalah dengan orang non-disabilitas. Sebagai contoh adalah banyak penyandang disabilitas yang mampu menguasai keahlian di desain, melukis, dan sebagainya. Begitu pula dengan bekerja, mereka berhak mendapatkan pekerjaan yang layak di perusahaan sama halnya dengan non-disabilitas kompasiana.

Hak untuk mendapatkan pekerjaan sudah ada dan telah ditetapkan di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas, bahwasanya Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) berupaya terus-menerus mendorong terwujudnya hak bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak baik di sektor formal maupun informal. Ada pula Pasal 53 ayat 1 dari Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 menyebutkan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) wajib mempekerjakan sedikitnya 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja atau pegawai yang ada. Sedangkan pada ayat 2, perusahaan swasta wajib mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas dari karyawan atau pegawai yang ada.

Di Indonesia sendiri, harus diakui, belum banyak perusahaan yang membuka perusahaannya untuk menerima penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja mereka. Namun, sudah ada beberapa perusahaan yang secara terbuka mau memperkerjakan penyandang disabilitas, dan hal tersebut merupakan awal yang sangat bagus karena mampu membuat perusahaan lain untuk secara terbuka menerima penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.

Memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang setara dengan non-disabilitas merupakan langkah yang penting. Penyandang disabilitas mampu bersaing dengan mereka yang non-disabilitas jika diberi kesempatan. Sayangnya, kesempatan untuk para penyandang disabilitas yang tidak banyak. Sementara, jika perusahaan mau membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas, justru bisa dijadikan sebagai aset bagi perusahaan itu karena mereka (penyandang disabilitas) akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Penyandang disabilitas tidak mungkin akan menyia-nyiakan pekerjaannya begitu saja, jika tidak memberika yang terbaik bisa kapan saja akan dikeluarkan dari perusahaan dan mencari pekerjaan baru bagi penyandang disabilitas merupakan hal yang sulit.