Menjaga Dan Memperhatikan Penyandang Disabilitas Dalam Kehidupan Kita

Merawat penyandang disabilitas membutuhkan orang yang memiliki banyak waktu dan sangat sabar. Bagi banyak orang, kecacatan mereka disebabkan oleh peristiwa seperti kecelakaan, cedera, atau penyakit. Peristiwa ini mengakibatkan cacat seumur hidup penyandang disabilitas. Akibatnya, gaya hidup mereka benar-benar berubah dari sebelumnya. Dalam beberapa kasus, orang cacat sepenuhnya bergantung pada penyedia perawatan. Kebutuhan individu penyandang cacat lebih dari sekadar ketidakmampuan fisik mereka. Penyedia perawatan harus menyadari dan memahami setiap kebutuhan ini. Merawat orang-orang penyandang cacat itu menantang dan akan membutuhkan waktu untuk belajar.

Keterbatasan fisik penyandang disabilitas mengakibatkan perasaan individu seolah-olah itu tidak penting. Mereka mungkin menunjukkan perasaan tidak memiliki harga diri atau berpikir bahwa mereka telah kehilangan semua harapan. Tokoh dengan kondisi cacat mungkin percaya bahwa tidak sama dengan mereka yang tidak cacat karena mereka tidak dapat menyelesaikan tugas setiap hari tanpa bantuan. Mereka mungkin juga merasa seperti ada masalah dengan pengasuh. Penyedia perawatan harus terus-menerus berusaha mendorong orang tersebut dalam tugas-tugas yang berkontribusi positif bagi keluarga. Individu harus menerima ungkapan cinta secara verbal. Mereka juga harus ditunjukkan rasa hormat dan diizinkan untuk mempertahankan martabat mereka.

Penyandang disabilitas cenderung menjauhkan diri dari pertemuan dan tanggung jawab publik. Mereka mungkin takut diejek oleh orang-orang di luar lingkaran orang yang mereka cintai. Mereka mungkin takut dikucilkan oleh orang-orang karena kondisi mereka. Pengasuh harus melakukan segala upaya untuk membuat orang tersebut menghadiri pesta. Penyedia perawatan harus bersedia membawa individu untuk mengunjungi dengan teman-teman mereka. Mengizinkan individu yang cacat untuk menghabiskan waktu sendirian dengan seorang teman memberi individu kebebasan.

Banyak penyandang disabilitas dengan kondisi cacat memiliki iman kepada Tuhan. Pengasuh harus membiarkan mereka terus menghadiri kebaktian gereja pilihan mereka. Individu yang cacat harus terus berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti pertemuan, pelajaran Alkitab, dan kumpul-kumpul saat makan siang. Penyedia tidak harus memaksa orang tersebut untuk pindah tempat ibadah hanya untuk kenyamanan. Bagi orang-orang ini, gereja adalah tempat mereka berdamai dan di mana mereka merasa nyaman.